Korsel Bangun Pohon Raksasa Seperti Gardens by the Bay, tapi Dikritik Warga
Korea Selatan baru-baru ini memulai proyek pembangunan pohon raksasa yang terinspirasi dari Gardens by the Bay di Singapura.
Proyek ini bertujuan untuk menjadi ikon baru wisata urban sekaligus memperkuat citra Korea Selatan sebagai negara yang kreatif dan inovatif dalam arsitektur serta taman kota.
Namun, meski memiliki tujuan ambisius, pembangunan ini tidak lepas dari kritik dan kontroversi di kalangan warga.
Korsel Bangun Pohon Raksasa Seperti Gardens by the Bay, tapi Dikritik Warga
Pohon raksasa ini dirancang sebagai landmark modern dengan tinggi puluhan meter, dilengkapi dengan taman vertikal, jalur pejalan kaki, dan fasilitas publik lainnya.
Pemerintah Korea Selatan berharap proyek ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan, menyediakan ruang hijau di tengah kota, serta menjadi simbol teknologi dan seni arsitektur kontemporer.
Ide ini terinspirasi oleh kesuksesan Gardens by the Bay di Singapura yang mampu menjadi ikon global sekaligus destinasi wisata populer.
Struktur dan Fitur Pohon Raksasa
Pohon raksasa Korea Selatan tidak hanya sekadar patung atau monumen, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan rekreasi.
Struktur ini dirancang dengan material ramah lingkungan, dilengkapi taman gantung, air mancur, serta area untuk pertunjukan seni dan edukasi lingkungan.
Pengunjung dapat berjalan di jalur pejalan kaki yang melingkar di sekitar dan di dalam struktur, sambil menikmati pemandangan kota dari ketinggian.
Selain itu, pohon ini juga dirancang menampung flora lokal dan tanaman tropis yang dipilih secara khusus agar ramah terhadap iklim Korea Selatan.
Kritik dari Warga dan Aktivis
Meski proyek ini mengundang kekaguman, banyak warga Korea Selatan yang mengkritiknya Beberapa kritik menyebutkan bahwa proyek ini terlalu mahal
sementara dana publik bisa dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya seperti pendidikan, transportasi, atau kesehatan.
Aktivis lingkungan juga mempertanyakan dampak ekologis dari pembangunan struktur raksasa ini, terutama terkait konsumsi
energi dan perawatan tanaman yang memerlukan sumber daya besar. Kritik ini menunjukkan ketegangan antara inovasi arsitektur dan prioritas sosial masyarakat.
Respons Pemerintah
Pemerintah Korea Selatan menanggapi kritik dengan menyatakan bahwa proyek ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi pariwisata, dan mempromosikan Korea Selatan secara global.
Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan pohon raksasa ini menggunakan teknologi ramah lingkungan dan meminimalkan dampak ekologis.
Mereka juga berencana mengadakan program edukasi dan tur lingkungan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat proyek ini dalam jangka panjang.
Perbandingan dengan Gardens by the Bay
Jika dibandingkan dengan Gardens by the Bay di Singapura, proyek Korea Selatan menekankan integrasi dengan kota metropolitan dan pemanfaatan ruang publik.
Gardens by the Bay telah terbukti meningkatkan pariwisata secara signifikan, sehingga pemerintah berharap pohon raksasa di Korea Selatan akan memiliki efek serupa.
Namun, perbedaan budaya, iklim, dan skala kota membuat proyek ini memiliki tantangan tersendiri, termasuk adaptasi tanaman dan manajemen pengunjung.
Masa Depan dan Potensi Pariwisata
Pohon raksasa ini diprediksi akan menjadi salah satu destinasi wisata baru yang menarik, terutama bagi generasi muda dan penggemar arsitektur futuristik.
Jika berhasil, proyek ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan internasional, mengangkat nama Korea Selatan sebagai pusat inovasi, dan menjadi ikon
baru yang menonjol di tengah kota. Meski menghadapi kritik, potensi ekonomi dan sosial jangka panjang dari proyek ini tetap dianggap menjanjikan.
Kesimpulan
Pembangunan pohon raksasa di Korea Selatan adalah upaya ambisius untuk menciptakan ikon pariwisata modern seperti Gardens by the Bay.
Meskipun menuai kritik terkait biaya dan dampak ekologis, proyek ini tetap menarik perhatian global dan berpotensi mengubah lanskap kota.
Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada keseimbangan antara inovasi arsitektur, keberlanjutan lingkungan, dan penerimaan masyarakat.
Baca juga: Mesir Sangkal Laporan Proposal Pelucutan Senjata Hamas