Bolivia Darurat Atasi Banjir 55 Tewas 380.000 Keluarga Terdampak

Bolivia Darurat Atasi Banjir

Bolivia Darurat Atasi Banjir 55 Tewas 380.000 Keluarga Terdampak secara resmi menetapkan status darurat nasional pada Rabu, 26 Maret 2025, sebagai langkah penanggulangan terhadap bencana banjir yang telah melanda sejumlah wilayah akibat curah hujan ekstrem yang terjadi sejak November tahun lalu.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Luis Arce dalam konferensi pers di ibu kota La Paz, menyusul meningkatnya jumlah korban jiwa dan meluasnya dampak kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga.

Penetapan status darurat ini memungkinkan pemerintah untuk meningkatkan respons melalui pengerahan tambahan personel penyelamat dan mempercepat proses pengadaan peralatan bantuan darurat.

Berdasarkan data resmi yang diterima hingga akhir Maret 2025, tercatat sebanyak 51 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang dipicu oleh hujan deras berkepanjangan, sedangkan lebih dari 380.000 keluarga dilaporkan terdampak di seluruh penjuru negara.

“Keadaan darurat ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kehadiran negara untuk melindungi rakyatnya. Kami telah memobilisasi seluruh kekuatan pemerintah untuk memberikan bantuan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Presiden Arce dalam pernyataannya.

Bolivia Darurat Atasi Banjir 55 Orang Tewas

Banjir di Bolivia. (AFP)

Menurut laporan dari Agence France-Presse (AFP) yang dikutip pada Kamis, 27 Maret 2025, bencana ini telah melanda kesembilan departemen administratif Bolivia, termasuk kawasan padat penduduk seperti Cochabamba, Santa Cruz, La Paz, dan El Alto. Pemerintah pusat juga telah meminta dukungan dari angkatan bersenjata untuk membantu proses evakuasi serta distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah yang terisolasi.

Hingga kini, ribuan prajurit telah dikerahkan ke berbagai titik terdampak untuk melaksanakan misi penyelamatan, mendirikan dapur umum, serta mendistribusikan air bersih dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, pemerintah juga mempercepat proses logistik medis untuk mencegah merebaknya penyakit akibat air yang tercemar.

Musim hujan di Bolivia secara umum berlangsung dari bulan November hingga April. Namun, intensitas hujan yang tinggi sejak akhir tahun 2024 memicu peningkatan volume air sungai secara drastis di berbagai wilayah. Banjir kali ini disebut sebagai salah satu yang paling parah dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, pada musim hujan tahun 2023–2024, tercatat 55 korban jiwa akibat bencana serupa.

Dalam laporan tahun 2024 yang dirilis oleh Alliance for Global Water Adaptation (AGWA), sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional yang berfokus pada kebijakan adaptasi air, dijelaskan bahwa perubahan iklim global telah memperburuk kerentanan Bolivia terhadap bencana hidrometeorologi.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa perubahan pola curah hujan menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kekeringan dan banjir secara bersamaan dalam periode yang berdekatan.

“Fenomena cuaca ekstrem yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh pemanasan global. Kami telah mengamati bahwa pola hujan yang tidak menentu dan peningkatan suhu telah memperbesar potensi bencana di negara-negara dengan topografi kompleks seperti Bolivia,” tulis AGWA dalam laporan tersebut.

380.000 Keluarga Terdampak

Kondisi darurat ini juga diperparah dengan krisis energi dan bahan bakar yang masih berlangsung di negara tersebut. Sejak tahun 2023, Bolivia mengalami defisit pasokan bahan bakar yang berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang, termasuk logistik bantuan. Krisis ekonomi yang berkepanjangan juga membatasi ruang fiskal pemerintah dalam menanggapi bencana secara optimal.

Anggota keselamatan hantar bantuan banjir di utara Bolivia | Astro Awani

Pemerintah Bolivia saat ini tengah mengupayakan penambahan sumber pembiayaan melalui pinjaman luar negeri. Salah satu skema pembiayaan yang sedang diajukan adalah pinjaman senilai 75 juta dolar Amerika Serikat dari Bank Pembangunan Amerika Latin dan Karibia (CAF).

Dana tersebut direncanakan untuk dialokasikan secara khusus dalam penanggulangan dampak bencana alam, termasuk perbaikan infrastruktur, penyediaan hunian sementara, serta pembangunan sistem drainase berkelanjutan di kawasan rawan banjir.

Kepala Layanan Meteorologi dan Hidrologi Bolivia (Senamhi), Lucia Walper, dalam wawancaranya dengan media lokal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini level oranye dan merah terhadap potensi luapan sungai di beberapa wilayah. Yang menarik, menurut Walper, biasanya peringatan semacam ini hanya muncul di bulan Februari, namun untuk tahun ini peringatan tersebut masih terus berlanjut hingga akhir Maret dan bahkan berpotensi diperpanjang sampai awal April.

“Kami mencatat bahwa curah hujan yang seharusnya mulai mereda pada bulan Maret justru tetap tinggi. Ini adalah anomali yang patut menjadi perhatian. Kami terus memantau perkembangan dan siap memperbarui peringatan kepada masyarakat secara berkala,” jelas Walper.

Berbagai pihak internasional juga mulai memberikan perhatian terhadap situasi darurat yang terjadi di Bolivia. Beberapa organisasi kemanusiaan, termasuk Palang Merah Internasional, telah menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan bantuan dalam bentuk logistik dan sumber daya manusia guna memperkuat upaya penyelamatan yang tengah berlangsung.

Baca Juga : Kebakaran Hutan Di Jepang Hanguskan Lebih 600 Hektar Lahan

Sementara itu, masyarakat sipil dan relawan lokal turut berperan aktif dalam membantu warga yang kehilangan tempat tinggal. Di sejumlah wilayah, warga saling bergotong royong membangun tenda darurat dan dapur umum. Lembaga keagamaan dan komunitas lokal juga menggalang donasi untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban, seperti pakaian hangat, makanan siap saji, dan obat-obatan.

Pemerintah Bolivia menegaskan bahwa penetapan status darurat ini akan berlangsung hingga situasi dianggap terkendali. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh langkah penanganan yang diambil berada di jalur yang tepat, serta untuk menjamin transparansi penggunaan anggaran negara dan bantuan internasional.

By Admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

saya bukan robot *Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.