China Akan Bantu Myanmar Yang Dilanda Gempa Atasi Kesulitan dalam menghadapi dampak bencana gempa bumi yang mengguncang negara Asia Tenggara tersebut pada 28 Maret 2025. Pernyataan ini disampaikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri China pada Senin (31/3), menyusul terjadinya gempa bumi dahsyat yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang signifikan.
Dalam konferensi pers yang digelar di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan secara singkat mengenai bantuan tanggap bencana yang diberikan oleh China kepada Myanmar. Guo menegaskan bahwa China memberikan perhatian yang besar terhadap situasi bencana tersebut, serta berkomitmen untuk terus membantu dalam upaya pemulihan dan penyelamatan korban.
Data terbaru dari otoritas Myanmar mencatat bahwa gempa bermagnitudo 7,9 tersebut telah menelan korban jiwa sebanyak 2.056 orang, melukai lebih dari 3.900 orang, serta menyebabkan sekitar 270 orang hilang. Selain itu, kerugian material akibat bencana ini terbilang sangat besar, mengingat banyaknya bangunan dan infrastruktur yang rusak parah.
China Akan Bantu Myanmar Yang Dilanda Gempa
Dalam sebuah pesan resmi yang ditujukan kepada pemimpin Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, Presiden China Xi Jinping turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa serta rasa simpati yang tulus kepada keluarga korban, para korban luka, dan masyarakat yang terdampak. Xi Jinping juga menegaskan komitmen China dalam memberikan bantuan kemanusiaan guna mendukung pemulihan pascabencana.
Aksi Cepat Tim Penyelamat dari China
Sebagai bentuk respons cepat, tim penyelamat dari Provinsi Yunnan, wilayah barat daya China, menjadi tim internasional pertama yang mencapai zona terdampak gempa di Myanmar, hanya dalam waktu 18 jam setelah gempa terjadi. Keberhasilan tim penyelamat ini ditandai dengan evakuasi satu korban hidup bekerja sama dengan tim penyelamat setempat. Hal ini menunjukkan kesigapan dan kesiapan China dalam menghadapi situasi darurat.
Guo Jiakun juga menginformasikan bahwa selain tim penyelamat dari Yunnan, sejumlah tim lain, baik dari pemerintah maupun organisasi nonpemerintah di berbagai wilayah China, telah tiba atau sedang dalam perjalanan menuju Myanmar untuk memberikan bantuan langsung di lapangan. Hingga saat ini, sekitar 400 pakar gempa, tenaga penyelamat, serta tim medis dari China telah bergabung dalam misi penyelamatan dan bantuan.
Dari operasi penyelamatan yang telah dilakukan, tim penyelamat asal China berhasil menemukan dan menyelamatkan setidaknya enam orang korban yang terperangkap di bawah puing-puing bangunan. Upaya penyelamatan ini terus dilanjutkan mengingat masih adanya warga yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan.
Bantuan Kemanusiaan Darurat
Selain mengirimkan tim penyelamat, Pemerintah China juga telah mengumumkan akan memberikan bantuan kemanusiaan darurat senilai 100 juta yuan kepada Myanmar. Bantuan ini akan disalurkan dalam beberapa tahap sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Gelombang pertama bantuan telah tiba di Myanmar dan terdiri dari berbagai kebutuhan mendesak seperti tenda darurat, perlengkapan medis, alat pertolongan pertama, serta selimut untuk para pengungsi. China juga memastikan bahwa bantuan ini akan terus berlanjut hingga situasi dinyatakan pulih sepenuhnya.
Selain bantuan dari pemerintah, Palang Merah China juga turut serta dalam upaya pemulihan pascabencana dengan menyediakan pasokan bantuan tambahan. Dukungan ini menunjukkan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan dalam upaya membantu masyarakat Myanmar yang terdampak bencana.
Harapan Pemulihan dengan Dukungan Internasional
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China juga menyampaikan harapannya agar pemerintah dan masyarakat Myanmar tetap tegar dalam menghadapi cobaan ini. China percaya bahwa dengan dukungan komunitas internasional serta kerja sama yang erat, Myanmar akan mampu bangkit dan membangun kembali kehidupannya pascagempa.
“Kami percaya bahwa pemerintah dan rakyat Myanmar, dengan dukungan dari masyarakat internasional, akan bersatu dalam mengatasi bencana ini dan segera memulihkan kondisi kehidupan mereka,” ujar Guo Jiakun.
China menyadari bahwa bantuan internasional sangat diperlukan dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu, China juga mengajak negara-negara lain untuk turut serta memberikan bantuan dan dukungan bagi Myanmar.
Ke depan, China berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam mendukung proses pemulihan, termasuk pencarian korban yang masih hilang, perawatan korban luka, serta distribusi bantuan kemanusiaan. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara dan menunjukkan solidaritas dalam menghadapi bencana alam yang tidak terduga.
Dengan semangat solidaritas dan persahabatan, China berharap agar Myanmar dapat segera pulih dari bencana gempa ini dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan dukungan penuh dari komunitas internasional.
Baca Juga : Gempa Bumi Di Myanmar 7,7 Magnitudo Guncang Wilaya Sagaing