Suara Palestina Desak PBB Buntut Warga Israel Serbu Al-Aqsa
Ketegangan di kawasan Yerusalem kembali meningkat setelah puluhan warga Israel, dikawal oleh aparat keamanan, dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada awal Juli 2025.
Insiden ini memicu kecaman luas dari pihak Palestina dan komunitas internasional, karena dianggap sebagai pelanggaran terhadap status quo situs suci yang dijaga sejak lama.
Masjid Al-Aqsa, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, merupakan salah satu situs tersuci bagi umat Islam.
Dalam waktu yang bersamaan, wilayah tersebut juga memiliki nilai penting bagi penganut Yahudi dan Kristen.
Oleh karena itu, keberadaan dan aktivitas di area tersebut menjadi sangat sensitif secara politik dan keagamaan.
Suara Palestina Desak PBB Buntut Warga Israel Serbu Al-Aqsa
Menanggapi kejadian tersebut, otoritas Palestina melalui Kementerian Luar Negeri resmi mengirimkan nota
diplomatik ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menuntut tindakan segera dan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh warga Israel.
Mereka menilai bahwa pembiaran terhadap aksi-aksi provokatif semacam ini hanya akan memperparah konflik dan mengancam stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan resminya, Palestina menyebut bahwa tindakan warga Israel tersebut “berniat memprovokasi
dan mencederai kesucian Al-Aqsa,” serta menyalahgunakan perlindungan keamanan untuk merusak tatanan yang telah disepakati melalui hukum internasional.
Pelanggaran Status Quo dan Hukum Internasional
Status quo Masjid Al-Aqsa mengacu pada kesepakatan tidak tertulis yang telah berlangsung selama puluhan tahun, di mana Muslim memiliki hak eksklusif untuk beribadah di situs tersebut, sementara non-Muslim hanya diperbolehkan untuk mengunjungi dengan batasan ketat.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ekstremis Yahudi dilaporkan mulai menekan pemerintah Israel untuk memperbolehkan ibadah Yahudi di dalam kompleks Al-Aqsa. Meskipun Israel secara resmi menyatakan tetap berkomitmen pada status quo, namun laporan pelanggaran dan provokasi terus berulang.
Palestina menilai bahwa tindakan ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tetapi merupakan upaya sistematis untuk mengubah karakter historis dan religius situs suci tersebut.
Respons Komunitas Internasional
Sejumlah negara dan organisasi internasional seperti Turki, Yordania, Mesir, dan Liga Arab telah menyatakan keprihatinannya atas perkembangan terbaru ini.
Mereka menyerukan agar Israel menghormati kesepakatan internasional dan menjaga ketertiban serta martabat tempat suci.
PBB melalui juru bicara Sekretaris Jenderal juga mengeluarkan pernyataan yang menyatakan kekhawatiran atas situasi yang berkembang
dan meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghindari provokasi.
Namun demikian, Palestina menganggap bahwa pernyataan normatif saja tidak cukup, dan meminta
Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat guna membahas insiden ini serta menjatuhkan sanksi internasional terhadap
Israel jika terbukti melakukan pelanggaran.
Potensi Eskalasi dan Ancaman Stabilitas Kawasan
Ketegangan di Masjid Al-Aqsa memiliki potensi besar untuk memicu eskalasi yang lebih luas di wilayah Palestina, khususnya di
Gaza dan Tepi Barat. Kelompok-kelompok militan seperti Hamas telah mengeluarkan peringatan bahwa
pelanggaran terhadap Al-Aqsa akan dianggap sebagai “garis merah” yang tidak bisa ditoleransi.
Pada sisi lain, warga sipil Palestina terus mengalami tekanan akibat pembatasan akses ke situs suci
pengusiran paksa di wilayah pendudukan, serta tindakan kekerasan dari aparat keamanan Israel. Semua ini menciptakan suasana frustrasi dan ketegangan yang terus meningkat.
Penutup: Seruan untuk Perlindungan Tempat Suci
Kejadian terbaru di kompleks Masjid Al-Aqsa sekali lagi memperlihatkan betapa pentingnya perlindungan terhadap situs-situs suci
dan penghormatan terhadap hak-hak umat beragama.
Palestina menyerukan agar PBB dan komunitas internasional tidak tinggal diam, dan segera bertindak tegas untuk mencegah terulangnya pelanggaran serupa.
Baca juga:Pilu di Gaza 24 Jam Terakhir: 138 Warga Tewas, 452 Terluka Cari Bantuan Medis